Jenis jenis pakaian pelindung, tepat untuk menangani COVID 19

Apa itu pakaian pelindung?

Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi tubuh dari suhu panas atau dingin yang ekstrim, paparan api dan benda panas, percikan bahan kimia, uap panas, benturan, radiasi, gigitan atau sengatan binatang, serta infeksi virus, jamur, dan bak-teri.

Jenis pakaian pelindung terdiri dari protective clothing(jumpsuit), rompi (vests), apron(celemek) , jaket, dan pakaian terusan (one piece coverall).

Pakaian pelindung ini direkomendasikan untuk dipakai pada kondisi berisiko tinggi seperti menangani bahan kimia yang bersifat karsinogenik dalam jumlah banyak. Jumpsuit atau coverall berfungsi untuk melindungi pekerja dari percikan, cipratan, atau tumpahan zat berbahaya berisiko tinggi.

Jumpsuit atau coverall biasanya terbuat dari bahan karet, neoprene, viton, vinyl dan material lain yang mampu memberikan perlindungan tingkat tinggi kepada pekerja dari percikan bahan kimia yang bersifat karsinogen dan bahan kimia berisiko tinggi lainnya. Pakaian pelindung ini tersedia dalam dua jenis, yakni disposable coverall (sekali pakai) dan reusable coverall.

Coverall yang terbaik untuk COVID 19 harus ada standar EN 14126, dikarenakan Standar ini menetapkan persyaratan dan metode pengujian untuk pakaian pelindung penggunaan terbatas yang memberikan perlindungan terhadap agen infeksi. Pakaian yang dikenakan oleh tim bedah atau tirai yang dikenakan pada pasien untuk mencegah kontaminasi silang selama intervensi bedah

Berikut dibawah ini akan Weldbro rekomendasikan mengenai jenis-jenis Jumpsuit/coverall Ultitec beserta fungsi, manfaat dan ukurannya :

Ultitec 1800

A. Dirancang sebagai penghalang percikan cairan.

Ini dapat diterapkan untuk perlindungan terhadap bahaya biologis dengan sertifikasi Tipe 5, Tipe 6 dan EN 14126.

B. Material

Kain: Film mikropori PPSB dilaminasi

Ritsleting: Nilon pada kepang poliester

Elastis: Karet neoprene (bebas lateks)

Benang: Poliester

C. Ukuran

D.Penerapan

Cocok di aplikasi kan di Pertanian, Otomotif, Bahaya Biologis, Proses Pembersihan, Konstruksi, Pabrik Kimia, Petrokimia, Farmasi, Manufaktur Umum, Energi Angin, Pengecatan

Ultitec 1800T

A. Dirancang sebagai penghalang untuk cairan jenuh.

Sealed seam menawarkan perlindungan premium dengan sertifikasi Tipe 4, Tipe 5, Tipe 6 dan EN 14126.

B. Material

Kain: Film mikropori PPSB dilaminasi

Ritsleting: Nilon pada kepang poliester

Elastis: Karet neoprene (bebas lateks)

Benang: Poliester

Pengikat:pengikat anti cairan

C. Ukuran

D. Penerapan

               Cocok di aplikasi kan di Pengendalian Penyakit Hewan ( African Swine Fever / Avian Influenza / Fall Armyworm ), Manajemen Influenza H1N1, Pengendalian Penyakit COVID-19

Ultitec 2000

A. Percikan Cairan Premium & Pakaian Pelindung Tahan Bahaya Biologis

 Dirancang untuk melindungi pemakainya dari percikan cairan berat dan bahaya biologis dengan sertifikasi Tipe 5, Tipe 6 dan EN 14126.

Pilihan yang paling populer dan banyak diterapkan oleh pemerintah daerah dalam pengendalian dan manajemen penyakit di seluruh dunia.

B. Material

Kain: Film mikropori PPSB dilaminasi

Ritsleting: Nilon pada kepang poliester

Elastis: Karet neoprene (bebas lateks)

Benang: Poliester

C. Ukuran

D. Penerapan

               Cocok di aplikasi kan di Pengendalian Penyakit Hewan ( African Swine Fever / Avian Influenza / Fall Armyworm ), Manajemen Influenza H1N1, Pengendalian Penyakit COVID-19.

Ultitec 3000

A. Dirancang sebagai penghalang efektif untuk percikan cairan jenuh.

 Ini menggabungkan kain tahan cairan dengan jahitan pita tertutup sambil tetap bernapas dengan sertifikasi Tipe 4, Tipe 5, Tipe 6 dan EN 14126.

B. Material

Kain: Film mikropori PPSB dilaminasi

Ritsleting: Nilon pada kepang poliester

Elastis:  Karet neoprene (bebas lateks)

DD340T Coverall berkerudung dengan manset rajutan

Benang: Poliester

Pengikat:pengikat anti cairan

C. Ukuran

D. Penerapan

Cocok di aplikasi kan di Pertanian, Otomotif, Bahaya Biologis, Pabrik Kimia, Manajemen Bencana, Petrokimia, Farmasi

 

Selain digunakan saat bekerja, APD juga penting digunakan saat membersihkan rumah atau tempat tertentu dari sarang binatang pembawa kuman atau virus, misalnya hantavirus. Pemakaian APD selama wabah COVID – 19 juga penting untuk mencegah dan mengendalikan infeksi virus Corona.

Meski kadang dapat membuat penggunanya tidak leluasa bergerak dan tidak nyaman, APD tetap perlu dikenakan setiap saat ketika sedang bekerja. Terlebih jika sudah ditetapkan oleh aturan perusahaan dan pemerintah. Tujuannya adalah untuk mencegah masalah kesehatan serius dan cedera yang berpotensi mengancam nyawa atau menimbulkan kecacatan.

 

CSR Weldbro, Untuk tenaga medis & Dokter

Baru baru ini sekitar 41 tenaga kesehatan (Nakes) di Bintan,Kepulauan Riau terpapar Covid-19, diantaranya tiga dokter dan sisanya perawat.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Batam, dilaporkan ada 523 kasus baru, dan angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 di Batam. Rincianya, 407 kasus bergejala, 81 kasus tanpa gejala, 1 kasus perjalanan, 16 kasus konfirmasi kontak dan 18 kasus tanpa konfirmasi perjalanan serta kontak erat. Lonjakan kasus baru ini membuat akumulasi kasus positif Corona di Batam mencapai 19.310, dengan kasus aktif meningkat menjadi lebih dari 3 ribu yakni 3.310 kasus atau 17,14%. Untuk pasien sembuh bertambah 291 orang. Tingkat kesembuhan sebesar 80,53%  atau 15.551 orang. Kasus kematian belum terbendung dan bertambah 12 orang. Tingkat kematian meningkat menjadi 2,32% atau 449 orang.

Sebagai bagian dari tanggung jawab Perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi, kami menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara Perusahaan dan tenaga medis sebagai salah satu bentuk kepedulian. Konsep program CSR yang kami kembangkan berasaskan pada Kesehatan dengan memberikan kontribusi positif pada tenaga medis dan dokter, Weldbro menyalurkan bantuan kepada para tenaga medis dan dokter berupa Alat Pelindung Diri Rincian bantuan meliputi 100 unit baju APD Coverall, 200 buah plastik pembungkus sepatu, 100 pasang hand glove atau sarung tangan medis, 100 buah kacamata Goggle. Ada pula 100 buah Masker N95, Semuanya sudah terverifikasi standar kesehatan nya.

Ada 4 cara untuk membantu Dokter dan Tenaga medis COVID 19

Ketika COVID 19 terjadi, tidak sedikit hati tergerak untuk melakukan aksi nyata. Berikut ini 4 cara yang dapat kita lakukan untuk membantu Tenaga medis & Dokter.

Tidak banyak yang dapat kita lakukan untuk mencegah COVID 19. Namun, saat wabah ini terjadi, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu korban COVID 19.

Dengan membantu para Tenaga medis & dokter, setidaknya kita dapat meringankan beban mereka.

Nah, apa saja hal yang dapat kita lakukan untuk membantu sesama yang tertimpa musibah wabah COVID 19? Berikut ini 4 daftar ide yang bisa kamu lakukan:

  1. Bantuan Medis.

Alat kesehatan, obat-obatan, perawatan, dan bantuan medis sangat dibutuhkan Tenaga medis untuk penanganan korban covid 19.

Bentuk bantuan dari perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) Seperti yang dilakukan oleh salah satu perusahaan swasta, PT. Weldbro International, dengan menyumbangkan ratusan Alat Pelindung Diri (APD) berbagai alat Medis bagi tenaga medis, aparat, dan relawan yang harus berjibaku di garda depan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) kepada Rumah Sakit Khusus Infeksi(RSKI), Pulau Galang, Kepulauan Riau.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Kolonel Ckm. Khairul Ihsan Nasution di RSKI I Tembesi, Jumat (23/7/2021). Rincian bantuan meliputi 100 unit baju APD Coverall, 200 buah plastik pembungkus sepatu, 100 pasang hand glove atau sarung tangan medis, 100 buah kacamata Goggle. Ada pula 100 buah Masker N95, Semuanya sudah terverifikasi standar kesehatan nya.

“Kita harus berterimakasih kepada garda terdepan yaitu tenaga medis dan para dokter karena itu adalah pahlawan kita” tutur Direktur Weldbro, Pieter Wijaya.

Pieter Wijaya mengungkapkan, bantuan ini merupakan wujud dukungan sekaligus ungkapan terimakasih kepada para tenaga medis dan para dokter. Menurutnya,
“Ini merupakan ungkapan terimakasih dan dukungan kami kepada tenaga medis, yang merupakan garda terdepan dalam menangani pandemic Covid-19. mudah-mudahan ada komponen masyarakat atau organisasi yang tergerak untuk membantu APD lainnya,” kata Direktur Weldbro Pieter Wijaya.

Pemberian bantuan tersebut disambut baik oleh Kepala Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kolonel Ckm, Khairul Ihsan Nasution. Ia menyampaikan terimakasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan oleh PT. Weldbro International, Batam.

  1. Bantuan Psikologis.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental para korban pun perlu dijaga. Para korban, khususnya anak-anak, akan mengalami trauma ringan maupun berat.Bagi masyarakat yang punya pengetahuan di bidang konseling dan psikologi, kalian bisa bergabung dengan tim relawan sebagai psikolog.

  1. Bantuan Informasi.

Pada saat pascabencana, informasi sangat dibutuhkan. Misalnya, informasi data jumlah korban, kabar terkini, masa ppkm dan sebagainya. Selain itu, masyarakat yang berada di luar wilayah covid – 19 pun membutuhkan informasi valid terkait perkembangan penanggulangan covid – 19 maupun situasi-kondisi para korban. Daripada menyebar kabar simpang siur, masyarakat verifikasi dahulu kabar yang ada dan dipastikan valid. Selanjutnya, sebarkan jika perlu. Tindakan sederhana ini sudah termasuk sebagai cara membantu korban tenaga medis dan para warga, loh.

  1. Bantuan Dana.

Cara membantu korban bencana alam ini tidak bertujuan untuk meraup keuntungan finansial semata. Cara ini merupakan pembinaan dan pembekalan agar korban Covid 19 dapat ditanganin dengan mudah dan lebih efisie. Setelah Covid 19 terjadi, para korban akan membutuhkan penanganan medis dan para tenaga medis membutuh kan lebih banyak apd agar terhindar dari covid 19 dan pemberian bantuan dana, modal, serta usaha ini dapat mengatasi masalah tersebut.

Dari sini kami berharap agar masyarakat, organisasi serta perusahaan di indonesia saling membantu tenaga medis & dokter dengan begitu kita secara tidak langsung sudah membantu kemenkes, rumah sakit, dan garda terdepan.

What is Corona Virus

Now, the world is being horrendous with a disease caused by the corona virus.

Everyone is busy looking for masks, hand sanitizers and other protective devices in order to protect themselves from the virus.

Before this action, it better for us to find out about what is the corona virus.

Corona viruses are a family of viruses known for containing strains that cause potentially deadly diseases in mammals and birds. In humans they’re typically spread via airborne droplets of fluid produced by infected individuals. Some rare but notable strains, including Wuhan coronavirus (2019-nCoV), and those responsible for severe acute respiratory syndrome (SARS) and Middle East respiratory syndrome (MERS), can cause death in humans.

First described in detail in the 1960s, the coronavirus gets its name from a distinctive corona or that projects from the envelope surrounding the particle. Encoding the virus’s make-up is the longest genome of any RNA-based virus – a single strand of nucleic acid roughly 26,000 to 32,000 bases long.

There are four known genuses in the family, named AlphacoronavirusBetacoronavirusGammacoronavirus, and Deltacoronavirus. The first two only infect mammals, including bats, pigs, cats, and humans. Gammacoronavirus mostly infects birds such as poultry, while Deltacoronavirus can infect both birds and mammals.

Coronaviruses are zoonotic, meaning they are transmitted between animals and people.  Detailed investigations found that SARS-CoV was transmitted from civet cats to humans and MERS-CoV from dromedary camels to humans. Several known coronaviruses are circulating in animals that have not yet infected humans.

Common signs of infection include respiratory symptoms, fever, cough, shortness of breath and breathing difficulties. In more severe cases, infection can cause pneumonia, severe acute respiratory syndrome, kidney failure and even death.

Standard recommendations to prevent infection spread include regular hand washing, covering mouth and nose when coughing and sneezing, thoroughly cooking meat and eggs. Avoid close contact with anyone showing symptoms of respiratory illness such as coughing and sneezing.

What are the symptoms of a coronavirus?

Unlike MERS and SARS, the Wuhan coronavirus is usually fairly mild. It can take longer for symptoms to develop. Symptoms may include:

  • A mild cough.
  • Shortness of breath.
  • A runny nose.
  • A sore throat.
  • A headache.
  • A fever.

So far, only 15 to 20% of cases have become severe. Those with weakened immune systems may develop more serious symptoms, like pneumonia or bronchitis. So far, only people 40 years old and older have developed the Wuhan coronavirus infection.

What causes a coronavirus?

Humans first get a coronavirus from contact with animals.  Then, it can spread from human to human. Health officials do not know what animal caused the Wuhan coronavirus. The Wuhan coronavirus can be spread when one human comes into contact with an infected person’s bodily fluids, such as droplets in a cough.  It might also be caused by touching something an infected person has touched and then touching your hand to your mouth, nose, or eyes.

How is a coronavirus diagnosed?

If you believe you may have a coronavirus, you should see your doctor immediately. Before just showing up to your doctor’s office, alert your doctor that you’re coming and why. This will allow the office to prepare and perhaps isolate patients to prevent the spread of infection. To diagnose you, your doctor will run tests to rule out other common infections.