Kejadian Gerakan 30 September (G30S) & Nama Pahlawan Revolusioner.

       Tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September (G30S) dan keesokan harinya pada tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

peristiwa Gerakan 30 September 1965 ialah tragedi nasional yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia dan menimbulkan korban dikalangan petinggi militer.

Peristiwa ini dilatar-belakangi oleh persaingan politik, karena PKI sebagai kekuatan politik merasa khawatir dengan kondsi kesehatan Presiden Soekarno yang memburuk.

Peristiwa gerakan 30 September 1965, pada dasarnya berlangsung selama dua hari.

Pada tanggal 30 September kegiatan kordinasi dan persiapan dan pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari kegiatan pelaksanaan penculikkan dan pembunuhan.

Gerakan 30 September 1965 berada dibawah kendali Letkol Untung dari Komando Balation I resimen Cakrabirawa.

Letkol Untung kemudian menunjuk Lettu Dul Arief untuk menjadi ketua pelaksanaan penculikkan.

Pasukan bergerak mulai pukul 03.00, enam Jendral menjadi korban penculikkan dan pembunuhan yakni Letjen. Ahmad Yani, Mayjen. R. Soeprapto, Mayjen. Harjono, Mayjen. S. Parman, Brigjen D.I. Panjaitan dan Brigjen Sutoyo dan satu perwira yakni Lettu Pirre Tandean.

Seluruhannya dimasukan kedalam lubang dikasawan Pondok Gede, Jakarta.

Jendral A.H. Nasution berhasil selamat dari penculikan, namun putrinya malah menjadi korban.

Putri Jendral A.H. Nasution bernama Ade Irma Suryani.

Tak hanya itu, ajudannya Lettu. Pierre Tandean juga menjadi korban.

Korban lain ialah, Brigadir Polisi K.S. Tubun wafat ketika mengawal rumah Dr. J. Leimana.

Gerakan ini menyebar juga di Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, Kolonel Katamso dan Letkol. Sugiono menjadi korban karena tidak mendukung gerakan ini.

Setelah berhasil menculik dan membunuh petinggi AD, PKI menguasai gedung Radio Republik Indonesia.

PKI mengumumkan sebuah Dekrit yang diberi nama Dekrit no.1.

Sebuah pernyataan bahwa gerakan G30S adalah upaya penyelematan negara dari Dewan Jendral yang ingin mengambil alih negara.

Gerakan 30 September 1965 menimbulkan kegelisahan masyarakat Indonesia, khususnya kota Jakarta.

Setelah menerima laporan, Mayjen Soeharto langsung mengambil alih pimpinan Angkatan Darat guna menindak-lanjuti persitiwa yang terjadi di tanggal 30 September tersebut.

Langkah penumpasan dimulai pada tanggal 1 Oktober 1965, TNI berusaha menetralisasi pasukan-pasukan yang menduduki Lapangan Merdeka.

Selanjutnya Mayjen Soeharto menugaskan kepada Kolonel Sarwo Edhi Wibowo untuk merebut kembali gedung RRI dan Pusat Telekomunikasi, tugas tersebut selesai dalam waktu singkat dan tanpa pertumpahan darah.

Dengan dikuasainya RRI dan Telekomunikasi, pada jam 20.00 WIB Soeharto mengumumkan bahwa telah terjadi perebutan kekuasaan oleh gerakan 30 September, beliau juga mengumumkan bahwa Presiden Soekarno dan Menko Hankam/KASAB Jenderal A.H. Nasution dalam keadaan selamat.

Operasi penumpasan berlanjut ke kawasan Halim Perdanakusuma pada 2 Oktober 1965, tempat pasukan G30S mengundurkan diri dari kawasan Monas Kawasan.

Pada tanggal yang sama atas petunjuk Polisi Sukitman yang berhasil lolos dari penculikan PKI, pasukan pemerintah menemukan lokasi Jenazah para perwira di lubang sumur tua, di atasnya ditanami pohon pisang di kawasan yang dekat juga dengan Halim yakni Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Pada tanggal 4 Oktober dilakukan pengangkatan Jenazah tersebut dan keesokan harinya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.

Para perwira yang gugur akibat pemberontakan ini diberi penghargaan sebagai Pahlawan Revolusi.

Daftar Nama Pahlawan Revolusi

Berikut ini ketujuh nama pahlawan revolusi :

1. Jenderal TNI Ahmad Yani

Jenderal Ahmad Yani lahir pada tanggal 19 Juni 1922.

Pada waktu muda, beliau pernah mengikuti wajib militer dan berperan sebagai tentara Hindia Belanda.

Lalu saat Jepang menjajah Indonesia, Jenderal Ahmad Yani menjadi salah satu anggota tentara Pembela Tanah Air (PETA).

2. Mayor Jenderal Siwondo Parman

Mayor Jenderal Siswondo Parman lahir pada tanggal 14 Agustus 1918 di Wonosobo, Jawa Tengah.

Beliau sempat masuk ke sekolah kedokteran. Akan tetapi berhenti setelah Jepang menjajah Indonesia.

3. Brigjen TNI Donald Isaac Pandjaitan

Brigjen TNI Donald Isaac Pandjaitan lahir di Balige, Sumatera Utara pada tanggal 9 Juni 1925.

Ketika jepang menguasai Indonesia, Pandjaitan baru saja menyelesaikan sekolahnya.

Kemudian setelah tamat SMA, beliau menjadi anggota Gyugun atau bisa disebut sebagai tentara sukarela di wilayah Pekanbaru, Riau.

4. Mayjen M.T Haryono

Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono atau biasa dikenal dengan nama Mayjen MT Haryono ini lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 20 Januari 1924.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia sempat menempuh pendidikan di Ika Dai Gakko (Sekolah Tinggi Kedokteran) di zaman Jepang, meskipun tidak sampai tamat karena Jepang menyerah.

5. Mayjen R. Suprapto

Mayjen R. Suprapto lahir di Purwokerto, Jawa Tengah pada tanggal 20 Juni 1920.

Usai menyelesaikan pendidikan menengah atasnya, Suprapto lalu mengikuti sebuah pelatihan militer di Koninklijke Militaire Akademie yang berada di Bandung.

Namun tak sampai selesai karena Jepang menguasai Indonesia.

6. Mayjen TNI Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo Siswomiharjo lahir di daerah Purworejo, Jawa Tengah pada tanggal 28 Agustus 1922.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di AMS, ia menuntut ilmu di Sekolah Pendidikan Pegawai Negeri di Jakarta.

Usai tamat sekolah ia kemudian bekerja menjadi pegawai pemerintah di Purworejo, dan berhenti bekerja pada tahun 1944.

7. Kapten Czi. Pierre Tendean

Kapten Czi. Pierre Tendean yang memiliki nama lengkap Pierre Andries Tendean ini lahir pada tanggal 21 Januari 1939.

Sejak kecil ia sudah memiliki cita-cita sebagai seorang tentara.

Setelah selesai sekolah, ia bergabung di sekolah militer Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD).

Selama bersekolah disana, ia bahkan sempat berpartisipasi dalam sebuah operasi militer memberantas pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) di daerah Sumatera.

 

TRUCHECK™ 2, Pemeriksa kunci pas torsi hemat biaya

TruCheck™ 2 adalah pemeriksa kunci pas torsi hemat biaya yang telah didesain ulang untuk menggabungkan fitur yang ditingkatkan sambil mempertahankan kemudahan penggunaan.

TruCheck™ 2 bertujuan untuk memangkas biaya pembelian sistem pemeriksaan kunci torsi dan menghilangkan kekhawatiran akan kerumitan penggunaan peralatan tersebut.

  • Memungkinkan kinerja kunci momen untuk dipantau sebagai bagian dari strategi Anda untuk menjaga kunci pas dalam kondisi puncak
  • Layar LCD dengan indikasi target yang jelas dari tampilan perubahan warna (Hanya versi plus). Terlihat di area kerja yang penerangannya buruk.
  • Tersedia dua versi, TruCheck™ 2 dan TruCheck™ 2 Plus
  • Versi ‘Dasar’ memiliki opsi terbatas yang dapat diatur. Ideal untuk non-ahli pengguna dengan kunci pas torsi tipe klik
  • TruCheck™ 2 Plus memungkinkan pemilihan unit torsi, tiga mode operasi (Klik, Panggil dan Lacak), kemampuan untuk menyimpan hingga 15 target dan pilih dari 12 bahasa
  • Versi Plus memungkinkan operator untuk menetapkan nilai target dan toleransi
  • ±1% akurasi pembacaan (±2% saat rentang di bawah 10% untuk 10 N·m dan 1.100 N·m model TruCheck™ 2)
  • Port Micro USB 2.0 bawaan memungkinkan daya dari daya USB apa pun sumber. Versi plus memungkinkan transfer daya dan data serentak
  • Dilengkapi dengan sertifikat kalibrasi yang dapat dilacak

Nah untuk itu kami menyediakan dua tipe TRUCHECK™ 2  sebagai berikut :

TRUCHECK™ 2 (0.1 – 30 N·m)

43514, 43515, 43516 dan 43517 disertakan dengan 1/4″ segi enam jantan dan 1/4″ perempuan persegi dr. adaptor

+ 43518 dan 43519 disertakan dengan segi enam jantan 10 mm, 1/4″ dan 3/8″ perempuan persegi dr. adaptor

CATATAN: Jika memesan kalibrasi terakreditasi UKAS, sertifikat ini akan:

  • disediakan sebagai pengganti sertifikat kalibrasi yang dapat dilacak dan di atas
  • rentang operasi seperti yang ditunjukkan pada perangkat.

CATATAN: Segi enam jantan pada model 3 N·m dan 10 N·m disejajarkan secara vertikal.

Model segi enam jantan 30 N·m disejajarkan secara horizontal.

 

TRUCHECK™ 2 (3 – 2,100 N·m)

*43520 dan 43521 disertakan dengan 3/8″ drive persegi perempuan + 43522, 43523, 43524 dan 43525 disertakan dengan 1/2″ female square drive @ 43528, 43529, 43530 dan 43531 disertakan dengan 27 mm male hexagon plus 3/4″ perempuan persegi dr. adaptor ^ 43532 dan 43533 disertakan dengan 27 mm laki-laki segi enam ditambah 1″ perempuan persegi dr. adaptor

 

 

 

 

 

 

CATATAN: Jika Anda memesan kalibrasi terakreditasi UKAS, sertifikat ini akan:

  • disediakan sebagai pengganti sertifikat kalibrasi yang dapat dilacak dan di atas
  • rentang operasi seperti yang ditunjukkan pada perangkat.

Itulah dua jenis TRUCHECK™ 2 dari norbar, Terimakasih telah membaca detail dari item ini.

 

Detail Equipment

  1. Portwest A722 – Anti Impact Cutt Resistant Glove

Sarung tangan ini Menggabungkan kenyamanan, cengkeraman, benturan, dan ketahanan potong dalam liner mulus yang nyaman.

Pod dampak PVC fleksibel dan selangkangan yang diperkuat untuk daya tahan maksimum. Cocok untuk aplikasi tugas berat.

 

Bahan:

Serat Kaca, HPPEDipping: Nitril

 

Fitur

bersertifikat CE

Ketahanan potong level C

Lapisan busa nitril untuk cengkeraman yang sangat baik dalam kondisi basah dan kering

Perlindungan benturan maksimum menggunakan teknologi pod TPR

Telapak tangan dicelupkan untuk meningkatkan ketangkasan dan ventilasi

Selangkangan jempol yang diperkuat untuk perlindungan dan daya tahan ekstra

100% liner mulus bernapas

13 gauge liner untuk kesesuaian yang sempurna

Tag ritel yang membantu presentasi untuk penjualan ritel

Tali pengait dan loop untuk pemasangan yang aman dan aman

Standards

  • AS/NZS 2161 .2
  • AS/NZS 2161 .3
  • ANSI/ISEA 105: 2016 CUT Level A4
  • ANSI/ISEA 138 Level 2 – Pass
  • AS/NZS 2161 .4
  • EN 420 Dexterity 3
  • EN388:2016 +A1:2018 – 4X43CP
  • EN 407 X1XXXX
  • CE

 

 

2. HONEYWELL L2FHV Hi-Vis Lipat Earmuff Pelindung telinga howard leight

Ideal untuk dipakai di malam hari, di siang hari, dalam cahaya rendah, dan di bawah kondisi cuaca buruk. Warna hijau cerah tidak pudar saat terkena sinar matahari. HEFBAND REFLEKTIF Bahan reflektif sangat terlihat di bawah cahaya untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan, terutama di pencahayaan rendah. Menghadirkan kenyamanan yang tahan lama. Tekanan headband minimal di kepala. TEKNOLOGI KONTROL ALIRAN UDARA Teknologi Air Flow Control ™ yang dipatenkan Bilsom memberikan atenuasi optimal di semua frekuensi, tanpa menambah ukuran atau berat earcup. Hasilnya lebih baik, atenuasi keseluruhan yang lebih konsisten untuk hampir semua lingkungan kebisingan industri.FOLDING STYLE Untuk penyimpanan yang ringkas. Kasing tersedia secara terpisah. BANTAL AWAL SNAP-IN Bantal telinga yang masuk membuat penggantian cepat dan mudah. PADDED FOAM HEADBAND Menghadirkan kenyamanan pemakaian lama dengan tekanan minimal di kepala.

Berat: 500 Gram

Specification
Warna : Hijau Stabilo
Bentuk : Lipar
Bahan : Steel Wire, PUR-E, PVC, Textile, PC/PBT, ABS, PP, POM
SNR :32dB

3. VIKING V1 30dB Howard Leight

Dengan ikat kepala multi-posisi yang inovatif, pelindung telinga Howard Leight Viking V1 ini dapat dikenakan dengan band di atas kepala atau pada posisi yang pas di samping APD Anda yang lain. Tahan lama dan kuat, mereka cocok untuk digunakan di berbagai industri dan memberikan perlindungan telinga untuk lingkungan dengan kebisingan sedang.

Pelindung telinga dengan ikat kepala agar dapat dikenakan di atas kepala, di belakang kepala, atau di bawah dagu

• Pelindung telinga untuk lingkungan dengan kebisingan sedang

• Kontrol Aliran Udara menghasilkan redaman yang optimal tanpa menambah jumlah besar

• Bantalan telinga yang lembut untuk kenyamanan bekerja

• Kompatibel dengan APD lainnya

• Dielektrik untuk digunakan dalam aplikasi listrik

• Berat: 191g

Standart

EN 352-1: 2002 SNR: 30dB

 

Pengaplikasian

Administrasi / pertanian / otomotif / konstruksi / kimia / pemadam kebakaran / industri makanan / pengecoran / laboratorium / logistik / pemeliharaan / manufaktur / medis / pertambangan / lepas pantai / petrokimia / percetakan / telekomunikasi / transportasi / utilitas / pengelasan

 

Penggunaan alat pelindung diri yang telah disebutkan di atas hanya beberapa, Masih banyak APD lainnya, jadi tetap tunggu pembaruan blog kami ya, Terimakasih.

PT. Weldbro International Donated Medical Supplies

to Rumah Sakit Khusus Infeksi(RSKI) Hospital in Batam.

On July 23, PT. Weldbro International, the leading supplier of Safety Products & Security System Company in Batam, Indonesia, launched a Corporate Social Responsibility (CSR) program and provided essential medical supplies to Rumah Sakit Khusus Infeksi(RSKI), a local hospital to aid in the fight against the continuing Covid-19 pandemic.

The country is currently experiencing a severe COVID-19 situation, in the spirit of giving back to the community, PT. Weldbro International has provided Personal Protective Equipment (PPE) to the local medical operators and doctors. The donation includes 100 ULTITEC 2000 coveralls, 200 plastic shoe wrappers, 100 hand gloves or medical gloves, 100 pairs of goggles as well as 100 N95 masks, which all have been verified with health standards.

Pieter Wijaya, Director of PT. Weldbro International said: ” We have to thank the frontline doctors and medical personnel because they are our heroes.”

Since 2007, PT. Weldbro International has provided people all over the world with well-designed protective clothing. The company distributes safety products that meet the highest standards in terms of quality, function, and innovative technologies with comprehensive service. Their goal for the past years has been to create measurable added value for clients around the world. Due to a new high of 19,310 COVID-19 cases in Batam on July 18, PT. Weldbro International developed a CSR program to assist frontline heroes in their fight against the pandemic by providing medical equipment and ensuring their occupational safety. They will remain steadfast in their commitment to assisting people in the country and around the world.

Agus Sugianto, Khairul Ihsan Nasution, Pieter Wijaya, James keinli, Rumah Sakit Khusus Infeksi(RSKI).

Jenis jenis pakaian pelindung, tepat untuk menangani COVID 19

Apa itu pakaian pelindung?

Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi tubuh dari suhu panas atau dingin yang ekstrim, paparan api dan benda panas, percikan bahan kimia, uap panas, benturan, radiasi, gigitan atau sengatan binatang, serta infeksi virus, jamur, dan bak-teri.

Jenis pakaian pelindung terdiri dari protective clothing(jumpsuit), rompi (vests), apron(celemek) , jaket, dan pakaian terusan (one piece coverall).

Pakaian pelindung ini direkomendasikan untuk dipakai pada kondisi berisiko tinggi seperti menangani bahan kimia yang bersifat karsinogenik dalam jumlah banyak. Jumpsuit atau coverall berfungsi untuk melindungi pekerja dari percikan, cipratan, atau tumpahan zat berbahaya berisiko tinggi.

Jumpsuit atau coverall biasanya terbuat dari bahan karet, neoprene, viton, vinyl dan material lain yang mampu memberikan perlindungan tingkat tinggi kepada pekerja dari percikan bahan kimia yang bersifat karsinogen dan bahan kimia berisiko tinggi lainnya. Pakaian pelindung ini tersedia dalam dua jenis, yakni disposable coverall (sekali pakai) dan reusable coverall.

Coverall yang terbaik untuk COVID 19 harus ada standar EN 14126, dikarenakan Standar ini menetapkan persyaratan dan metode pengujian untuk pakaian pelindung penggunaan terbatas yang memberikan perlindungan terhadap agen infeksi. Pakaian yang dikenakan oleh tim bedah atau tirai yang dikenakan pada pasien untuk mencegah kontaminasi silang selama intervensi bedah

Berikut dibawah ini akan Weldbro rekomendasikan mengenai jenis-jenis Jumpsuit/coverall Ultitec beserta fungsi, manfaat dan ukurannya :

Ultitec 1800

A. Dirancang sebagai penghalang percikan cairan.

Ini dapat diterapkan untuk perlindungan terhadap bahaya biologis dengan sertifikasi Tipe 5, Tipe 6 dan EN 14126.

B. Material

Kain: Film mikropori PPSB dilaminasi

Ritsleting: Nilon pada kepang poliester

Elastis: Karet neoprene (bebas lateks)

Benang: Poliester

C. Ukuran

D.Penerapan

Cocok di aplikasi kan di Pertanian, Otomotif, Bahaya Biologis, Proses Pembersihan, Konstruksi, Pabrik Kimia, Petrokimia, Farmasi, Manufaktur Umum, Energi Angin, Pengecatan

Ultitec 1800T

A. Dirancang sebagai penghalang untuk cairan jenuh.

Sealed seam menawarkan perlindungan premium dengan sertifikasi Tipe 4, Tipe 5, Tipe 6 dan EN 14126.

B. Material

Kain: Film mikropori PPSB dilaminasi

Ritsleting: Nilon pada kepang poliester

Elastis: Karet neoprene (bebas lateks)

Benang: Poliester

Pengikat:pengikat anti cairan

C. Ukuran

D. Penerapan

               Cocok di aplikasi kan di Pengendalian Penyakit Hewan ( African Swine Fever / Avian Influenza / Fall Armyworm ), Manajemen Influenza H1N1, Pengendalian Penyakit COVID-19

Ultitec 2000

A. Percikan Cairan Premium & Pakaian Pelindung Tahan Bahaya Biologis

 Dirancang untuk melindungi pemakainya dari percikan cairan berat dan bahaya biologis dengan sertifikasi Tipe 5, Tipe 6 dan EN 14126.

Pilihan yang paling populer dan banyak diterapkan oleh pemerintah daerah dalam pengendalian dan manajemen penyakit di seluruh dunia.

B. Material

Kain: Film mikropori PPSB dilaminasi

Ritsleting: Nilon pada kepang poliester

Elastis: Karet neoprene (bebas lateks)

Benang: Poliester

C. Ukuran

D. Penerapan

               Cocok di aplikasi kan di Pengendalian Penyakit Hewan ( African Swine Fever / Avian Influenza / Fall Armyworm ), Manajemen Influenza H1N1, Pengendalian Penyakit COVID-19.

Ultitec 3000

A. Dirancang sebagai penghalang efektif untuk percikan cairan jenuh.

 Ini menggabungkan kain tahan cairan dengan jahitan pita tertutup sambil tetap bernapas dengan sertifikasi Tipe 4, Tipe 5, Tipe 6 dan EN 14126.

B. Material

Kain: Film mikropori PPSB dilaminasi

Ritsleting: Nilon pada kepang poliester

Elastis:  Karet neoprene (bebas lateks)

DD340T Coverall berkerudung dengan manset rajutan

Benang: Poliester

Pengikat:pengikat anti cairan

C. Ukuran

D. Penerapan

Cocok di aplikasi kan di Pertanian, Otomotif, Bahaya Biologis, Pabrik Kimia, Manajemen Bencana, Petrokimia, Farmasi

 

Selain digunakan saat bekerja, APD juga penting digunakan saat membersihkan rumah atau tempat tertentu dari sarang binatang pembawa kuman atau virus, misalnya hantavirus. Pemakaian APD selama wabah COVID – 19 juga penting untuk mencegah dan mengendalikan infeksi virus Corona.

Meski kadang dapat membuat penggunanya tidak leluasa bergerak dan tidak nyaman, APD tetap perlu dikenakan setiap saat ketika sedang bekerja. Terlebih jika sudah ditetapkan oleh aturan perusahaan dan pemerintah. Tujuannya adalah untuk mencegah masalah kesehatan serius dan cedera yang berpotensi mengancam nyawa atau menimbulkan kecacatan.

 

CSR Weldbro, Untuk tenaga medis & Dokter

Baru baru ini sekitar 41 tenaga kesehatan (Nakes) di Bintan,Kepulauan Riau terpapar Covid-19, diantaranya tiga dokter dan sisanya perawat.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Batam, dilaporkan ada 523 kasus baru, dan angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 di Batam. Rincianya, 407 kasus bergejala, 81 kasus tanpa gejala, 1 kasus perjalanan, 16 kasus konfirmasi kontak dan 18 kasus tanpa konfirmasi perjalanan serta kontak erat. Lonjakan kasus baru ini membuat akumulasi kasus positif Corona di Batam mencapai 19.310, dengan kasus aktif meningkat menjadi lebih dari 3 ribu yakni 3.310 kasus atau 17,14%. Untuk pasien sembuh bertambah 291 orang. Tingkat kesembuhan sebesar 80,53%  atau 15.551 orang. Kasus kematian belum terbendung dan bertambah 12 orang. Tingkat kematian meningkat menjadi 2,32% atau 449 orang.

Sebagai bagian dari tanggung jawab Perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi, kami menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara Perusahaan dan tenaga medis sebagai salah satu bentuk kepedulian. Konsep program CSR yang kami kembangkan berasaskan pada Kesehatan dengan memberikan kontribusi positif pada tenaga medis dan dokter, Weldbro menyalurkan bantuan kepada para tenaga medis dan dokter berupa Alat Pelindung Diri Rincian bantuan meliputi 100 unit baju APD Coverall, 200 buah plastik pembungkus sepatu, 100 pasang hand glove atau sarung tangan medis, 100 buah kacamata Goggle. Ada pula 100 buah Masker N95, Semuanya sudah terverifikasi standar kesehatan nya.

Ada 4 cara untuk membantu Dokter dan Tenaga medis COVID 19

Ketika COVID 19 terjadi, tidak sedikit hati tergerak untuk melakukan aksi nyata. Berikut ini 4 cara yang dapat kita lakukan untuk membantu Tenaga medis & Dokter.

Tidak banyak yang dapat kita lakukan untuk mencegah COVID 19. Namun, saat wabah ini terjadi, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu korban COVID 19.

Dengan membantu para Tenaga medis & dokter, setidaknya kita dapat meringankan beban mereka.

Nah, apa saja hal yang dapat kita lakukan untuk membantu sesama yang tertimpa musibah wabah COVID 19? Berikut ini 4 daftar ide yang bisa kamu lakukan:

  1. Bantuan Medis.

Alat kesehatan, obat-obatan, perawatan, dan bantuan medis sangat dibutuhkan Tenaga medis untuk penanganan korban covid 19.

Bentuk bantuan dari perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) Seperti yang dilakukan oleh salah satu perusahaan swasta, PT. Weldbro International, dengan menyumbangkan ratusan Alat Pelindung Diri (APD) berbagai alat Medis bagi tenaga medis, aparat, dan relawan yang harus berjibaku di garda depan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) kepada Rumah Sakit Khusus Infeksi(RSKI), Pulau Galang, Kepulauan Riau.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Kolonel Ckm. Khairul Ihsan Nasution di RSKI I Tembesi, Jumat (23/7/2021). Rincian bantuan meliputi 100 unit baju APD Coverall, 200 buah plastik pembungkus sepatu, 100 pasang hand glove atau sarung tangan medis, 100 buah kacamata Goggle. Ada pula 100 buah Masker N95, Semuanya sudah terverifikasi standar kesehatan nya.

“Kita harus berterimakasih kepada garda terdepan yaitu tenaga medis dan para dokter karena itu adalah pahlawan kita” tutur Direktur Weldbro, Pieter Wijaya.

Pieter Wijaya mengungkapkan, bantuan ini merupakan wujud dukungan sekaligus ungkapan terimakasih kepada para tenaga medis dan para dokter. Menurutnya,
“Ini merupakan ungkapan terimakasih dan dukungan kami kepada tenaga medis, yang merupakan garda terdepan dalam menangani pandemic Covid-19. mudah-mudahan ada komponen masyarakat atau organisasi yang tergerak untuk membantu APD lainnya,” kata Direktur Weldbro Pieter Wijaya.

Pemberian bantuan tersebut disambut baik oleh Kepala Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kolonel Ckm, Khairul Ihsan Nasution. Ia menyampaikan terimakasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan oleh PT. Weldbro International, Batam.

  1. Bantuan Psikologis.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental para korban pun perlu dijaga. Para korban, khususnya anak-anak, akan mengalami trauma ringan maupun berat.Bagi masyarakat yang punya pengetahuan di bidang konseling dan psikologi, kalian bisa bergabung dengan tim relawan sebagai psikolog.

  1. Bantuan Informasi.

Pada saat pascabencana, informasi sangat dibutuhkan. Misalnya, informasi data jumlah korban, kabar terkini, masa ppkm dan sebagainya. Selain itu, masyarakat yang berada di luar wilayah covid – 19 pun membutuhkan informasi valid terkait perkembangan penanggulangan covid – 19 maupun situasi-kondisi para korban. Daripada menyebar kabar simpang siur, masyarakat verifikasi dahulu kabar yang ada dan dipastikan valid. Selanjutnya, sebarkan jika perlu. Tindakan sederhana ini sudah termasuk sebagai cara membantu korban tenaga medis dan para warga, loh.

  1. Bantuan Dana.

Cara membantu korban bencana alam ini tidak bertujuan untuk meraup keuntungan finansial semata. Cara ini merupakan pembinaan dan pembekalan agar korban Covid 19 dapat ditanganin dengan mudah dan lebih efisie. Setelah Covid 19 terjadi, para korban akan membutuhkan penanganan medis dan para tenaga medis membutuh kan lebih banyak apd agar terhindar dari covid 19 dan pemberian bantuan dana, modal, serta usaha ini dapat mengatasi masalah tersebut.

Dari sini kami berharap agar masyarakat, organisasi serta perusahaan di indonesia saling membantu tenaga medis & dokter dengan begitu kita secara tidak langsung sudah membantu kemenkes, rumah sakit, dan garda terdepan.

114 Dokter meninggal dunia di bulan juli, Pentingnya memperhatikan material dan standar APD Tenaga Medis

Jumlah Kematian Tenaga Kesehatan akibat Covid-19 (per 6 Juli 2021)

Jumlah Kematian Tenaga Kesehatan akibat Covid-19 (per 6 Juli 2021)

Sumber : Lapor Covid-19, 6 Juli 2021

Dokter                        : 405

Perawat                     : 339

Bidan                         : 166

Nakes Lainnya         : 45

Dokter Gigi                : 43

ATLM*                        : 32

Apoteker                    : 9

Masalah

Lapor Covid-19 mencatat, sebanyak 1.066 tenaga Kesehatan di Indonesia meninggal dunia akibat virus corona Covid – 19 hingga Selasa, 6 Juli 2021. Mayoritas tenaga kesehatan yang meninggal karena virus mematikan tersebut adalah dokter, yakni 405 orang.

Sebanyak 339 perawat juga tercatat meninggal akibat corona. Kemudian, ada 166 bidan yang meninggal karena terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

Dokter gigi yang meninggal dunia akibat corona mencapai 43 orang. Sebanyak 32 ahli tenaga laboratorium medis (ATLM) meninggal karena corona.

Ada pula sembilan apoteker yang meninggal dunia akibat corona. Petugas rekam radiologi dan tenaga sanitarian yang meninggal karena corona masing-masing sebanyak enam orang dan lima orang.

Terapis gigi, tenaga elektromedik, tenaga farmasi, dan petugas ambulans yang meninggal dunia karena corona sama-sama sebanyak 3 orang. Sebanyak 2 epidemiolog meninggal karena corona.

Satu fisikawan medik dan entomolog juga meninggal karena corona. Sedangkan, ada 45 kematian akibat corona berasal dari tenaga kesehatan lainnya.

Amukan seorang pasien positif corona membuat gempar jagat maya. Bagaimana tidak, amukan tersebut membuat APD yang dikenakan oleh seorang tenaga kesehatan (nakes) robek hingga 2 satpam tertular COVID-19.

Aksi amukan itu berakibat fatal. Dua orang satpam yang membantu mengamankan pasien tersebut tertular.

“Ya (satpam positif Corona) karena satpam ya membantu menghentikan pasien namun tidak pakai APD,” kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Bambang Handoko, kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Resiko

Menurut data Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ninuk adalah perawat pertama yang tercatat meninggal akibat Covid-19.

Dari mana ninuk tertular virus?

Sebelum jatuh sakit, selain bekerja di RSCM, Ninuk tengah mengambil kuliah D-4 keperawatan di Jakarta Selatan serta menjalani praktik lapangan di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta Barat.

Ninuk, yang berdomisili di Cikarang, Bekasi, dan beraktivitas dengan kereta commuter line ini, pernah menderita radang paru-paru di masa lalu.

“Kalau saya pribadi (berpikir), mungkin dia (terinfeksi) di RSCM atau RS Grogol,” kata Arul.

Penyebab

      Arul mengatakan sepengetahuannya, istrinya tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) untuk menghadapi pasien yang mungkin mengidap Covid-19 saat bertugas. Apalagi RSCM bukan merupakan rumah sakit rujukan Covid-19.

Istrinya juga tidak tahu menahu apakah ia sedang atau pernah menangani pasien dengan Covid-19, kata Arul.

Solusi

Cara untuk mencegah penularan Covid-19 untuk garda terdepan adalah dengan cara berikut :

Pemilihan & pemakaian APD yang tepat dan sesuai standar kesehatan.

perangkat perlengkapan yang berfungsi untuk melindungi penggunanya dari bahaya, misalnya infeksi virus atau bakteri. Bila digunakan dengan benar, APD mampu menghalangi masuknya virus atau bakteri ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, atau kulit.

  1. Masker

Ada 2 jenis masker yang umumnya digunakan sebagai APD dalam penanganan pasien COVID-19 atau orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.

Masker yang paling tepat untuk garda terdepan ialah Drager N95.

Lalu bagaimana cara pemakaian masker yang benar? Ikuti langkah-langkah berikut:

  • Biasakan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan masker, boleh menggunakan air mengalir dengan sabun, boleh juga menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.
  • Pastikan hidung, mulut, dan dagu tertutup seluruhnya.

Kenapa harus Drager N95?

Dalam pemilihan masker untuk menangani pasien COVID – 19 haruslah tepat, dari segi material dan kebocoran pada masker maka dari itu harus memperhatikan ISO(The International Organization for Standardization) yang tertera.

Drager n95

Respirator partikulat ini dapat membantu mengurangi paparan inhalasi terhadap agen biologis udara tertentu seperti virus flu burung, SARS atau agen biologis bakteri atau virus lainnya.

Bahan filter CoolSafe™: Dihasilkan dari media filter berperforma tinggi yang menggabungkan resistensi pernapasan rendah. Bahan ini melampaui persyaratan uji debu dolomit yang menantang dan melindungi dari partikel padat dan cair (bebas minyak)

Harness kepala VarloFLEX™ dengan EasyStop: Harness kepala loop kontinu ini dibuat dari tali tekstil yang kuat dan tahan sobek.

2. Pelindung mata

Pelindung mata atau google terbuat dari bahan plastik transparan yang berfungsi untuk melindungi mata dari paparan virus yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui mata. Alat pelindung ini harus pas menutupi area mata, Pastikan pelindung mata memiliki type N166 agar tidak berkabut atau mengganggu penglihatan.

3. Pelindung wajah

Sama halnya dengan pelindung mata, pelindung wajah juga terbuat dari bahan plastik jernih dan transparan. Jenis APD ini dapat menutupi seluruh area wajah, mulai dari dahi hingga dagu.

Bersama masker dan pelindung mata, pelindung wajah mampu melindungi area wajah dari percikan air liur atau dahak saat pasien COVID-19 batuk atau bersin.

4. Coverall

Sama halnya dengan gaun pelindung, akan tetapi coverall lebih aman menutupi keseluruhan tubuh, penggunaan nya dari kepala hingga ke kaki.

Dalam pemilihan Coverall sangatlah penting dikarenakan jika secara tidak sadar tenaga medis terkena virus di tubuhnya makan akan jadi penyebaran yang fatal, maka dari itu pemilihan coverall harus benar dari segi material dan kesobekan pada coverall maka dari itu harus memperhatikan ISO(The International Organization for Standardization) yang tertera.

Yang harus diperhatikan pada saat memilih coverall ialah ISO dan tahan terhadap apa material dari coverall tersebut, Berikut informasi type dan material yang harus ada dalam coverall :

Type :

TYPE 5 EN ISO 13982-1 Setelan Partikel Kering-Setelan untuk perlindungan terhadap debu

     berbahaya dan partikel kering apa pun.

TYPE 6 EN 13034 setelan semprot berkurang yang menawarkan perlindungan terbatas

      terhadap semprotan ringan bahan kimia cair.

EN 14126 Pakaian pelindung dapat tahan terhadap bahaya biologis dan agen infeksi.

EN 1073-2 Pakaian pelindung terhadap kontaminasi radioaktif partikulat.

EN 1149-5 Pakaian pelindung disipatif elektrostatik dengan resistansi permukaan maksimum

      2,5×10 exp 9 ohm.

DIN 32781 Pakaian pelindung terhadap pestisida.

Perlu di perhatikan type yang harus ada dalam menangani COVID – 19 ialah EN 14126 dikarenakan standar tersebut menetapkan serangkaian persyaratan dan metode pengujian untuk mengukur perlindungan kain terhadap agen infeksi

ISO 16603

Pakaian untuk perlindungan terhadap kontak dengan darah dan cairan tubuh.

Penentuan ketahanan bahan pakaian pelindung terhadap penetrasi oleh darah dan cairan tubuh.

Metode pengujian menggunakan darah sintetis

ISO 16604

Pakaian untuk perlindungan terhadap kontak dengan darah dan cairan tubuh.

Penentuan ketahanan bahan pakaian pelindung terhadap penetrasi patogen yang ditularkan melalui darah.

Metode pengujian menggunakan bakteriofag Phi-X 174

ISO/DIS 22611

Pakaian untuk perlindungan terhadap agen infeksi.

Metode uji ketahanan terhadap penetrasi oleh aerosol yang terkontaminasi secara biologis.

Menentukan penetrasi oleh darah, cairan tubuh, darah, dan aerosol yang terkontaminasi secara biologis

ISO 22612

Pakaian untuk perlindungan terhadap agen infeksi.

Metode uji ketahanan terhadap penetrasi mikroba kering

ISO 22610

Tirai bedah, gaun pelindung dan pakaian udara bersih, digunakan sebagai peralatan medis, untuk pasien, staf klinis, dan peralatan.

Metode pengujian untuk menentukan ketahanan terhadap penetrasi bakteri basah.

menentukan ketahanan penetrasi mikroba kering dan basah

Bahan :

Kain: Film mikropori PPSB dilaminasi

Ritsleting: Nylon pada kepang poliester

Elastis: Karet neoprene (bebas lateks)

Benang: Poliester

ULTITEC 2000 sudah memenuhi keseluruhan dari segi standard dan material, maka dari itu coverall ini sangat disarankan bagi tenaga medis.

Berikut Bundle APD satu Set untuk tenaga medis :

Bundle 1

Bundle 2

5. Sarung tangan medis

Sarung tangan medis digunakan untuk melindungi tangan para petugas medis dari cairan tubuh pasien selama merawat pasien COVID-19. Sarung tangan ini idealnya tidak mudah sobek, aman digunakan, dan ukurannya pas di tangan.

Sarung tangan yang sesuai standar penanganan COVID-19 harus terbuat bahan lateks atau karet, polyvynil chloride (PVC), nitrile, dan polyurethane.

6. Sepatu pelindung

Sepatu pelindung digunakan untuk melindungi bagian kaki petugas medis dari paparan cairan tubuh pasien COVID-19. Sepatu pelindung umumnya terbuat dari karet atau kain yang tahan air dan harus menutup seluruh kaki hingga betis.

Cara pemakaian APD yang baik dan benar :

  1. Petugas kesehatan masuk ke antero room, setelah memakai scrub suit di ruang ganti
  2. Cek APD untuk memastikan APD dalam keadaan baik dan tidak rusak
  3. Lakukan kebersihan tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer dengan menggunakan 6 langkah
  4. Kenakan sepatu pelindung (boots). Jika petugas menggunakan sepatu kets atau sepatu lainnya yang tertutup maka petugas menggunakan pelindung sepatu (shoe covers) dengan cara pelindung sepatu dipakai di luar sepatu petugas atau jika coverall tertutup sampai sepatu petugas maka tidak perlu menggunakan pelindung sepatu
  5. Pakai Coverall bersih dengan zipper yang dilapisi kain berada di bagian depan tubuh. Coverall menutupi area kaki sampai leher

dengan baik dengan cara memasukkan bagian kaki terlebih dahulu, pasang bagian lengan dan rapatkan coverall di bagian tubuh dengan menaikkan zipper sampai ke bagian leher, Hood atau pelindung kepala dari coverall dibiarkan terbuka di belakang leher.

  1. Pasang masker n95 kemudian masker bedah dengan cara letakkan masker bedah didepan hidung dan mulut dengan memegang ke dua sisi tali kemudian tali diikat ke belakang.
  2. Pasang hood / pelindung kepala yang sudah ada di coverall dan menutupi seluruh bagian kepala dan telinga dengan baik
  3. Pasang pelindung mata (goggles) rapat menutupi mata
  4. Petugas kesehatan memasang pelindung wajah (face shield) setelah pemasangan pelindung kepala dengan menempatkan bando face shield di atas alis dan pastikan pelindung wajah menutupi seluruh wajah sampai ke dagu.
  5. Lakukan kebersihan tangan dengan menggunakan hand rubs kemudian pasang sarung tangan pendek
  6. Pasang sarung tangan dengan menutupi lengan gaun (sarung tangan panjang)
  7. Pemakaian coverall pada petugas maksimal 3 jam

Petugas sudah siap untuk masuk ke ruang perawatan pasien COVID – 19

Prosedur Penanganan APD Bekas Pakai

Setelah selesai digunakan, APD sekali pakai maupun yang bisa dipakai ulang harus dimasukkan ke dalam kantong plastik khusus dan dikemas secara terpisah.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan APD bekas pakai:

  • Tidak meletakkan APD bekas pakai secara sembarangan, baik di lantai atau permukaan benda lain, seperti meja, kursi, atau loker.
  • Tidak membongkar kembali APD bekas pakai yang telah dikemas dalam plastik khusus.
  • Tidak mengisi kantong plastik khusus APD bekas pakai terlalu penuh.
  • Bersihkan diri atau mandi setelah menggunakan APD.

Siapa Saja yang Perlu Menggunakan APD?

Penggunaan alat pelindung diri yang telah disebutkan di atas hanya untuk tenaga medis yang merawat dan mengobati pasien terduga atau terkonfirmasi COVID-19, terutama yang berada di rumah sakit.

Selain itu, APD tersebut juga perlu digunakan oleh petugas kebersihan yang membersihkan ruang perawatan dan ruang isolasi pasien COVID-19 di rumah sakit.

 

Sekian dari Artikel ini semoga bermanfaat dan semoga semua tetap dalam keadaan sehat terutama untuk tenaga kerja yang sudah berusaha untuk menyelamatkan nyawa seseorang, Terima Kasih.

HI – Visiblity Clothing, Apa saja peralatan nya?

A. High – visibility clothing.
Bekerja di area dengan penerangan minim dan tingkat visibilitas rendah tentu bisa membahayakan nyawa pekerja. Pemakaian high visibility clothing atau high-visibility safety apparel (HVSA) sangat diperlukan untuk memudahkan pekerja / operator alat berat/ pengemudi kendaraan melihat keberadaan pekerja lain. HVSA sangat penting dipakai terutama jika Anda bekerja di area lalu lintas kendaraan atau area operasi alat berat.

B. Material HI – Visibilty
Bahan fluorescent adalah bahan dasar HVSA yang dibuat menggunakan pigmen khusus agar warna yang dikeluarkan tampak lebih cerah dari warna lainnya. Meski berwarna sama, bahan fluorescent akan tampak lebih terang daripada bahan non-fluorescent, terutama saat berada di area dengan pencahayaan alami (sumber penerangan hanya dari cahaya matahari) yang minim. Bahan ini dapat meningkatkan visibilitas di siang hari, terutama dalam kondisi berawan, kabut, senja, saat terbit matahari, dll.

1. Hi – Visibility clothing coverall
Dari semua jenis workwear (pakaian kerja) yang tersedia, coverall atau overall dapat dikatakan pakaian pelindung yang paling nyaman digunakan para pekerja. Desain one-piece garment dari safety coverall ini memudahkan gerak para pekerja saat melakukan aktivitasnya.
Weldbro menyediakan HI – Visibility Clothing Coverall dari Portwest dengan 2 tipe sebagai berikut :

FR-21 Super Light Weight Anti-Static Coverall

A. Flame Resistant FR-21 Super Light Weight Anti-Static Coverall
Coverall ini sangat cocok untuk tuntutan cuaca ekstra hangat dari industri lepas pantai. Dibangun dengan bobot yang lebih ringan, kain kepar tahan api yang sangat inovatif.
Kain Shell : Bizflame Plus, Katun 99%, Serat Karbon 1% 210g
Berat : 1 Kilogram 

B. Fire Retardant Coverall Araflame Silver AF73
Coverall super ringan ini menawarkan perlindungan tahan api yang luar biasa. Kain Araflame lembut dan bernapas tetapi memberikan kekuatan sobek dan tarik yang sangat baik. Ideal untuk berbagai industri termasuk minyak dan gas, petrokimia dan banyak lagi. Fitur coverall termasuk jahitan tiga kali lipat di seluruh, kantong aman dan elastisitas pinggang untuk kemudahan bergerak.

Kain Shell :
Araflame Plus : 93% Meta-aramid, 5% Para-aramid, 2% Serat Karbon 150g
Berat : 1 Kilogram

2. HI – Visibility Jacket
Weldbro menyediakan HI – Visibility Jacket dari Portwest dengan desain modern agar pengguna lebih nyaman pada saat cuaca hujan ataupun dingin.
A. Hi-Vis Winter Parka Jacket Yellow/Black PW369 PORTWEST.

Kain Shell : Industri 300D, Poliester 100%, Tenunan Oxford 300D, Dilapisi PU, Finish Tahan Noda 190g
Kain Lapisan : 100% Poliester 60g
Mengisi Kain : 100% Polyester Gumpalan 200g
Berat : 1 Kilogram

Jaket parka musim dingin berinsulasi yang dirancang dengan cermat ini menggabungkan kain poliester Oxford 300D yang tahan lama dengan tampilan yang pas dan bergaya modern. Ideal untuk kondisi cuaca dingin yang ekstrem, jaket ini memberikan insulasi termal yang sangat baik dengan lapisan Insulatex kelas berat. Fitur luar biasa termasuk ritsleting ketiak untuk meningkatkan sirkulasi udara, tudung berinsulasi dengan trim bulu yang dapat dilepas dan pita reflektif HiVisTex Pro.

B. Flame Resistant Jacket Bizweld Iona Jacket Navy Orange PORTWEST BZ13 Portwest.

Flame Resistant Jacket Bizweld Iona Jacket Navy Orange PORTWEST BZ13

Jaket Bizweld Iona ini menawarkan kenyamanan, perlindungan, dan fungsionalitas yang luar biasa. Fitur desain termasuk penutup depan stud tersembunyi, dua saku dada dengan penutup, saku ponsel tersembunyi dan pita reflektif tahan api di bahu dan lengan untuk visibilitas tertinggi.
Kain Shell : Bizweld , 100% Katun, FR Selesai 330g
Berat : 500 Gram

3. Hi – Visibility Rucksack
Selain dari high visibility clothing weldbro juga menyediakan high visibility rucksack (ransel) dari Portwest, dengan adanya high visibility rucksack para pekerja dapat membawa peralatan / barang pribadi memungkinkan tidak menutup retroreflective material (bahan relflektif) dari high visibility clothing atau pun yang tidak menggunakan high visibility clothing.

Hi - Visibility Rucksack

Kain shell : 100% Polyester 600D Fabric 250g
Kain Lapisan : 210T PA 100g
Berat : 800 Gram

Ideal untuk pekerja, pengendara sepeda atau anak sekolah yang menggunakan aksesori yang sangat reflektif agar lebih terlihat oleh pengendara. Dilengkapi dengan saku MP3/ponsel terintegrasi, beberapa saku dan panel belakang empuk untuk kenyamanan. Kain dan pita reflektif memenuhi persyaratan EN ISO 20471.

4. Hi – Visibility Hand Gloves.
Agar pekerja lebih mewaspadai kecelakaan weldbro juga menyediakan high visibility hand gloves dari Portwest, dengan adanya high visibility hand gloves pekerja dapat melambai ke pekerja lainnya agar dapat menandakan posisi dan menghindari terjadinya kecelakaan.



A. Antistatic Agent Antistatic PU Palm Safety General Gloves Portwest.
13g Pylon dan Carbon Fiber shell yang mengalihkan listrik statis. Dilapisi dengan telapak PU yang tahan lama untuk ketangkasan yang sangat baik. Untuk digunakan dalam perakitan elektronik, pengujian dan pekerjaan presisi.

Bahan: Pencelupan Serat Karbon, PU(Poliuretana).
Berat: 300 Gram


B. Sarung Tangan Kerja Putih A122 PU Ultra Safety Glove White Portwest.
Liner nilon yang nyaman dan bernapas, 3/4 dicelupkan ke dalam PU untuk cakupan yang luas. Pencelupan tambahan memberikan persentase perlindungan yang lebih tinggi pada tangan, sekaligus memberikan semua manfaat tambahan dari sarung tangan poliuretan.
Bahan : Poliuretana (PU)
Berat: 200 Gram

C. Mechanic Glove Sarung Tangan General Tergsus Micro A251 Portwest.
Penggunaan serat mikro sintetis, menghasilkan sarung tangan yang ringan dan cekatan namun sangat tahan lama. Bagian belakang katun menghasilkan sirkulasi udara yang luar biasa untuk tangan yang bekerja keras. Manset Hook dan loop memastikan pas dan aman.
Bahan : Kapas
Berat : 300 Gram

D. Anti Siberia Cold Store Glove Grey A750 Portwest.
Dirancang khusus untuk digunakan di lingkungan penyimpanan dingin saat menangani benda kering. 100% tahan air dengan lapisan Insulatex untuk kehangatan. Telapak tangan nitril untuk ketahanan abrasi yang sangat baik. Ramah kulit – Bebas pewarna Chrome dan Azo.
Bahan : Nitrile, Poliester, Insulatex, Tahan Air Selaput
Berat : 560 Gram
Sangat cocok untuk tempat kerja yang di ruang pendingin atau cold store warehouse, dilengkapi dengan standard international yang jelas dan certificate international.

E. safety Mechanical general A700 Portwest.
Sarung tangan berpelukan tangan berkinerja tinggi ini serbaguna dan cocok untuk pekerjaan apa pun. Ringan untuk pemakainya, sarung tangan ini memiliki daya tahan yang terpasang dan fitur jahitan yang diperkuat pada ibu jari untuk kekuatan ekstra dengan penyangga dan perlindungan pergelangan tangan. sarung tangan keselamatan.
Bahan : Elastane (serat sintetis yang terkenal karena elastisitasnya).
Berat : 350 Gram.

F. Impact Cut Resistant Gloves Portwest A722 Grey or Black / Anticut Portwest.
Menggabungkan kenyamanan, cengkeraman, benturan, dan ketahanan potong dalam liner mulus yang nyaman. Polong benturan PVC fleksibel dan selangkangan yang diperkuat untuk daya tahan maksimum. Cocok untuk aplikasi tugas berat.
Bahan : Serat Kaca, HPPE
Dipping : Nitril

5. Peluit Aba aba Industri.
Peluit Industri digunakan untuk sinyal dan ketepatan waktu baik di kereta api dan kapal, dan di pabrik-pabrik. Sebagian besar dari peluit ini adalah bertenaga uap dan tidak standar. Lokomotif secara individu dapat diidentifikasi dengan peluit mereka. Pada siang hari, di kawasan industri sampai ke tahun 1950 peluit setiap lapangan bisa terdengar, sebagai pabrik masing-masing memiliki boiler dan peluit.

Peluit lantang yang bisa di gunakan oleh wasit , tukang parkir, dan banyak lagi.
peluit

Panjang tali kuning : 45cm x 2
Berat : 25 Gram

6. Hi – Visibility Hat
Weldbro menyediakan HI – Visibility Hat dari Portwest dengan desain modern agar pengguna lebih nyaman terhadap pandangan dan terik matahari.

Hi vis hat
A. Bump Cap Topi Sepeda Gowes Airtech Portwest Hivis Hat PORTWEST.
Desain inovatif Bump Cap. Ventilasi maksimal berkat jaring samping dan jendela terbuka lebar di cangkang bagian dalam. Desain tekstil modern dengan pipa reflektif untuk visibilitas yang lebih baik. Puncak mid-length membuat bump cap ini cocok untuk semua penggunaan. Ukuran gesper yang dapat disesuaikan.
Bahan : ABS, EVA.
Berat : 500 Gram.

Intinya, pilihlah warna dan bahan yang membuat para pekerja dapat terlihat secara jelas di siang hari atau kondisi pencahayaan minim dan bisa dibedakan dengan mudah dari objek lainnya. Pastikan HVSA yang Anda pilih sesuai dengan standar internasional yang berlaku, salah satunya ANSI/ISEA 107-2015.

Semoga Bermanfaat, Terimakasih.

EN 14126 Certified Protective Clothing Against COVID-19

What is COVID-19

The latest global pandemic, is a coronavirus disease that causes respiratory illness that can spread quickly from human to human. The latest outbreak of COVID-19 caused about 7,000 confirmed cases in China in the first month (January 2020,  Situation report). Following with another 80,000 confirmed worldwide in the second month (February 2020,  Situation report).

Difference between COVID-19, MERS and SARS

Coronaviruses are a wide family of viruses that cause disease, often in animals. However, forms of coronaviruses can cause disease in humans, and 3 of these can cause significant outbreaks of deadly pneumonia:

  • COVID-19 – It is an infectious disease caused by the most recently identified coronaviruses. The “SARS-CoV-2 virus” is a novel coronavirus that was first identified in Wuhan, China at the end of  2019 as a disease with extreme acute respiratory syndrome that actively spread worldwide in 2020.
  • MERS – The Middle East respiratory syndrome is a viral respiratory disease caused by coronavirus. The virus “MERS-CoV” was first identified in Saudi Arabia in 2012.
  • SARS – The virus “SARS-CoV” was reported in 2002 as the cause of an outbreak of severe acute respiratory syndrome (SARS).

According to figures from the World Health Organization (WHO), SARS and MERS took years to spread and killed more than 800 people. Yet COVID-19  took just 3 months to spread around the world, causing about 115,000 deaths worldwide. Such high numbers that have occurred in a short time can cause the local medical resource to crash.

How to ensure protection level sufficient for healthcare personnel

According to WHO guidelines, the virus can spread directly when a case of COVID-19 coughs or exhales droplets that touch the nose, mouth or eyes of another person. Keep your hands clean and cover your mouth and nose while coughing or sneezing is vital for public health. Yet it’s another matter for healthcare services.

In order to prevent mass infection in healthcare facilities, infected patients need to remain in a controlled environment, namely negative pressure isolation room. Frontline operators need to wear a complete range of isolation equipment, like face shield, N95 respirator, coverall, gloves, boot covers, etc. according to WHO Disease Commodity Packages (DCPs) of COVID-19, or CDC Coronavirus Disease Infection Control.

Is it enough if wear all the equipment suggested? Typically, environmental variables are under-controlled in a healthcare facility. Normally, biological threats come from a few directions, usually from the lower front, since the patient can sit or lie down on the bed. Protective equipment used in the medical industry, such as isolation gown, is intended to avoid front contamination only. But the region above or below the chest is exposed and can cause possible hazards. Once it comes to coronavirus disease, such as COVID-19, protection for the human body is not enough.

In order to get an appropriate protection, coverall is a safer choice when dealing with disease prevention, such as COVID-19. Coverall has a one-piece hood, gloves, body cover and pants that eliminates all gaps in the collar, chest, legs and back section. These will have 360 degrees of protection for healthcare personnel.

ultitec 2000 gown knowledge weldbro blog jumpsuit head to toe protective clothing en 14126 gown
The Differences Between Protective Clothing and Gown